tiang kamera

Minimalisasi Dampak Bencana Alam

Minimalisasi Dampak Bencana Alam, Kabupaten Bogor Pasang CCTV hingga Alat Sensor

Minimalisasi Dampak Bencana Alam

warunkupnormal, Bogor – Bupati Bogor Ade Yasin kembali mengingatkan potensi bencana alam yang mungkin terjadi di wilayah Kabupaten Bogor, Jawa Barat beberapa waktu ke depan akibat cuaca ekstrem.

Secara hidrologis dan geologis, Kabupaten Bogor rawan bencana hidrometeorologi yang disebabkan curah hujan tinggi, seperti banjir bandang, longsor, angin kencang, hingga puting beliung.

Untuk itu, kesiapsiagaan merupakan salah satu faktor penting bagi masyarakat dalam menghadapi bencana alam.

“Namun masyarakat tidak perlu panik, tetap tenang, tapi tetap berhati-hati saat beraktivitas di luar rumah. Cari informasi valid terkait kebencanaan,” ucap Ade Yasin dalam keterangan tertulis yang diterima, Jumat (12/11/2021).

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Bogor, dalam periode 1-10 November 2021 tercatat ada 91 kejadian bencana alam.

Bencana yang tersebar hampir di seluruh wilayah Kabupaten Bogor ini meliputi, tanah longsor sebanyak 39 kejadian, banjir sembilan kejadian, angin kencang 35 kejadian, pergeseran tanah empat kejadian, dan lain-lain empat kejadian.

BPBD Kabupaten Bogor terus mengingatkan masyarakat untuk selalu siap siaga sehingga ketika bencana terjadi, tidak ada korban. BPBD juga telah menyiapkan kekuatan dan peralatan untuk menghadapi bencana.

“Kami menyiagakan tim reaksi cepat sebanyak 105 personel serta berkoordinasi dengan instansi lain,” ujar Kepala BPBD Kabupaten Bogor, Yani Hasan.

Tak hanya itu, BPBD juga telah memasang kamera pengawas atau CCTV di beberapa lokasi yang dianggap rawan banjir. Dengan terpasangnya CCTV, dampak bencana yang kerap terjadi daerah ‘langganan’ banjir dapat diminimalisasi.

“Tahun ini kita dapat bantuan delapan CCTV yang sudah dipasang di lokasi rawan karena di Bogor ini cukup banyak wilayah yang rawan banjir, termasuk Kecamatan Cibinong,” ujarnya.

Kemudian memasang alat pendeteksi longsor di beberapa lokasi. Alat sensor pengukur gerak ini diharapkan dapat mencegah jatuhnya korban dan kerusakan.

Adapun wilayah yang kini sudah terpasang meliputi wilayah Kecamatan Sukajaya, Cigudeg, dan sekitarnya.

“Alat sensor ini dipasang di tiang. Jika tiang itu terus bergerak nantinya akan ada informasi yang masuk ke kami untuk kami teruskan sebagai antisipasi dini potensi bencana,” tandasnya.