Mengenal Riklona, Obat Penenang yang Ditenggak Penyeru Jihad Densus 88

Jakarta, Indonesia — Seorang pria berinisial AW diamankan polisi di daerah Bandung, Jawa Barat setelah mengunggah sebuah video provokasi jihad untuk melawan Datasemen Khusus 88 Anti Teror (Densus 88).
Setelah ditangkap, pria tersebut mengaku mengonsumsi empat butir obat jenis riklona sebelum membuat konten provokasi tersebut.

“Dampak dari riklona pengakuan saudara AW yang bersangkutan kehilangan fokus atau kehilangan konsentrasi sehingga tidak bisa mengendalikan diri,” kata Kepala Bagian Penerangan Umum Divisi Humas Polri Kombes Ahmad Ramadhan Jumat (19/11) sekitar pukul 15.00 WIB.

Apa sebenarnya riklona yang dikonsumsi AW sebelum membuat konten provokasi?

Mengenal Riklona, Obat Penenang yang Ditenggak Penyeru Jihad Densus 88

Dokter spesialis di Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo, Andon Hestiantoro menyebut, Riklona adalah jenis obat Clonazepam yang memiliki efek menenangkan dan sangat berpengaruh terhadap kemampuan berpikir. Clonazepam termasuk dalam kelas obat yang disebut benzodiazepin.

“Konsentrasi sulit, kecepatan berpikirnya sangat lambat,” kata Andon saat dihubungi Indonesia.com, Selasa (23/11).

Obat ini biasanya diberikan dokter kepada pasien yang memiliki gejala gangguan panik atau gangguan kecemasan. Kata dia, jika tak sesuai resep dokter mengonsumsi obat ini juga bisa menyebabkan efek lainnya, seperti alergi, gangguan pernafasan, pusing, mengantuk berat, dan gangguan ingatan.

“Bahkan pasien bisa mengalami gangguan keseimbangan tubuh dan peningkatan produksi air liur,” kata dia.

Senada dengan Andon, Dokter spesialis jantung dan pembuluh darah, Vito Damay juga mengatakan obat ini memiliki efek menenangkan dan biasanya digunakan oleh tenaga medis untuk keperluan anestesi.

Dalam dosis normal, obat ini bisa menenangkan jantung agar berdetak lebih pelan dan rileks.

“Tapi kalau digunakan sembarangan sampai berlebihan bisa malah jadi terlalu pelan detak jantungnya,” kata dia.

Mengutip Medical News Today, clonazepam digunakan untuk mengobati gangguan panik. Ini juga digunakan untuk menghentikan kejang.

Clonazepam dapat digunakan sebagai bagian dari terapi kombinasi. Ini berarti seseorang mungkin perlu meminumnya dengan obat lain.

Clonazepam bekerja dengan meningkatkan aktivitas asam gamma aminobutirat (GABA). Ini adalah bahan kimia yang mengirimkan sinyal ke seluruh sistem saraf seseorang. Jika seseorang tidak memiliki cukup GABA, tubuh mereka mungkin dalam keadaan tereksitasi. Ini dapat menyebabkan mereka mengalami serangan panik atau kejang. Ketika seseorang mengambil obat ini, mereka akan memiliki lebih banyak GABA dalam tubuh mereka. Ini akan membantu menurunkan serangan panik dan kejang (menjadi obat penenang).

Beberapa efek samping lainnya antara ain:
– mengantuk
– masalah dengan jalan atau koordinasi
– pusing
– depresi
– lelah
– masalah dengan memori

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.